Home Berita Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 Akan Diproduksi di Indonesia

Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 Akan Diproduksi di Indonesia

by editorial
Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 Akan Diproduksi di Indonesia min

Kabar baik datang dari pabrikan mobil Hyundai dimana mereka mengungkapkan bahwa produksi mobil listrik akan dilaksanakan pada kuartal pertama tahun ini. Adapun model yang akan diproduksi adalah Ioniq 5.

Hal itu berarti Hyundai Ioniq 5 akan menjadi mobil listrik pertama yang akan diproduksi di Indonesia. Hal itu akan mengubah peta industri otomotif Indonesia secara keseluruhan nantinya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Presiden Direktur PT. Hyundai Motors Indonesia (HMID), Sung Jong Ha dalam sambutannya saat membuka diler baru pada 24 Januari 2022 lalu di Karawaci, Tangerang.

Hyundai telah membangun pabrik perakitan mobil di Cikarang, Bekasi dengan besaran investasi sebesar 1,5 miliar dolar atau sekitar Rp.21 triliun rupiah. Bulan ini pabrik tersebut telah memproduksi SUV Hyundai Creta. 

Ceif Operating Officer (COO) Hyundai Motors Asia Pasific, Lee Kang Hyun dalam webinar Intensif untuk Konsumen dalam Kebijakan Kendaraan Listrik mengatakan bahwa nantinya Hyundai Ioniq 5 akan menjadi mobil listrik rakitan Indonesia pertama di pasaran.

Hyundai memang kerap mengeluarkan mobil listrik yang cukup diminati untuk pasar Indonesia. Misalnya Kona, Ioniq EV, Palisade, santa Facelift, Saria, dan Creta. Adapun Hyundai Ioniq 5 antinya akan mempunyai opsi ukuran baterai 58 kWh dan 72 kWh. Selain itu, Ioniq 5 mempunyai pilihan tata letak motor di belakang atau di belakang dan depan.

Hyundai bekerja sama dengan LG Energy Solution untuk membangun pabrik perakitan sel baterai untuk mobil Hyundai di daerah Karawang, Jawa Barat. Adapun dana yang digelontorkan oleh Hyundai untuk membangun pabrik ini adalah sebesar 1,1 miliar dolar yang jika dirupiahkan senilai Rp. 15 triliun. Diharapkan pabrik ini akan rampung pada semester pertama tahun 2023 untuk melakukan produksi masal pada 2024.

Pembuatan mobil listrik ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU di kota Ulsan. Ini adalah kerjasama Hyundai dan pemerintah untuk mengatasi perubahan iklim dan mengatasi krisis global warming.

Selain itu pemerintah juga telah menerbitkan Perpres No 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam mendorong industri mobil listrik.

You may also like